INILAH, Sukabumi - Forum Indonesia untuk Transparan Anggaran
(FITRA) Sukabumi menggelar work shop Draft Rancangan Peraturan Daerah
(Ranperda) Prosedur Perencanaan Penganggaran Daerah Kabupaten Sukabumi.
Penyelenggaraan
work shop diikuti perwakilan dari sejumlah lembaga di lingkungan Pemkab
Sukabumi, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan DPRD di Hotel Augusta,
Kecamatan Cicantayan, Senin (4/2/2013).
"Workshop ini mendorong
terciptanya perencanaan Penganggaran daerah yang efektif, efisien,
partisipatif, transparan, intgratif, akomodatif dan akuntabel," kata
Koordinator Program FITRA Sukabumi, Ajat Zatnika kepada INILAH, Senin
(4/1/2013).
Menurut Ajat, workshop pun mendorong terwujudnya
peraturan daerah yang mengatur tentang prosedur atau tata cara
perencanaan Penganggaran daerah.
"Untuk itu kami melakukan
sharing dengan Kabupaten Sumedang, karena sudah menerbitkan Perda
prosedur perencanaan dan Penganggaran daerah," ujarnya.
Hadir
sebagai nara sumber diantaranya Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sumedang, Edi
Asyari dan Ketua Forum Partisipasi Pembangunan Masyarakat (FP2M)
Kabupaten Sumedang, Nandang Suherman.[ang]
Senin, 4 Februari 2013
Sumber diperoleh dari www.inilahkoran.com : Klik Disini
Sabtu, 04 Februari 2012
Kamis, 29 September 2011
Pelayanan Kesehatan Masih Lemah
SUKABUMI
Perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi dalam hal pelayanan
kesehatan ternyata masih lemah. Hal ini bisa terlihat dari jumlah
anggaran yang dialokasikan tiap tahun. Dari total anggaran dalam APBD
tahun 2011 yang tembus Rp1,7 triliun, hanya sekitar 9 persen yang
dialokasikan untuk kesehatan atau sekitar Rp 82 miliar.
Sorotan pun mengalir dari Direktur Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Sukabumi Ajat Zatnika saat membuka kegiatan training Anggaran Kesehatan dan Evaluasi Kinerja Program Pemerintah dalam Bidang Kesehatan di Hotel Agusta Sukabumi, kemarin (27/9).
Kalau dilihat dari jumlah anggaran yang dikeluarkan dan program yang dijalankan, pemerintah masih berkutat pada penanganan saja. Padahal, kalau anggaran tersebut bisa dialokasikan lebih besar untuk pencegahan maka akan lebih optimal, ujar Ajat.
Hal tersebut terlihat dari masih adanya kematian ibu dan anak juga kematian yang diakibatkan karena lemahnya pelayanan terhadap kesehatan. Masih ada beberapa daerah seperti Desa Sukaresmi, Desa Selajambe dan lain-lain kematian yang diakibatkan lemahnya pelayanan dari pemerintah. Ini sudah menjadi bukti bahwa untuk hal kesehatan Kabupaten Sukabumi masih lemah, sambungnya.
Melihat kondisi tersebut, FITRA dan masyarakat menggelar kegiatan training anggaran agar masyarakat bisa menilai sendiri kondisi pelayanan kesehatan terhadap masyarakat. Agar nantinya masyarakat bisa memberikan masukan atau solusi terhadap kondisi tersebut.(cr1
Sumber diperoleh dari : Radar Sukabumi
Sorotan pun mengalir dari Direktur Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (FITRA) Sukabumi Ajat Zatnika saat membuka kegiatan training Anggaran Kesehatan dan Evaluasi Kinerja Program Pemerintah dalam Bidang Kesehatan di Hotel Agusta Sukabumi, kemarin (27/9).
Kalau dilihat dari jumlah anggaran yang dikeluarkan dan program yang dijalankan, pemerintah masih berkutat pada penanganan saja. Padahal, kalau anggaran tersebut bisa dialokasikan lebih besar untuk pencegahan maka akan lebih optimal, ujar Ajat.
Hal tersebut terlihat dari masih adanya kematian ibu dan anak juga kematian yang diakibatkan karena lemahnya pelayanan terhadap kesehatan. Masih ada beberapa daerah seperti Desa Sukaresmi, Desa Selajambe dan lain-lain kematian yang diakibatkan lemahnya pelayanan dari pemerintah. Ini sudah menjadi bukti bahwa untuk hal kesehatan Kabupaten Sukabumi masih lemah, sambungnya.
Melihat kondisi tersebut, FITRA dan masyarakat menggelar kegiatan training anggaran agar masyarakat bisa menilai sendiri kondisi pelayanan kesehatan terhadap masyarakat. Agar nantinya masyarakat bisa memberikan masukan atau solusi terhadap kondisi tersebut.(cr1
Sumber diperoleh dari : Radar Sukabumi
Langganan:
Postingan (Atom)